Salah Satu Contoh PTK dalam Bidang Bahasa

.1 Latar Belakang

Pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah menulis. Keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pendapatnya dengan benar. Menulis merupakan kegiatan yang paling kompleks untuk dipelajari dan diajarkan (Farris, 1993).

Dalam menulis seorang penulis dituntut mampu menerapkan sejumlah keterampilan sekaligus. Sebelum menulis perlu membuat perencanaan, misalnya, menyeleksi topik, menata, dan mengorganisasikan gagasan, serta mempertimbangkan bentuk tulisan sesuai dengan calon pembacanya. Pada saat menungkan ide, penulis perlu menyajikannya secara teratur. Begitu juga penggunaan aspek kebahasaan seperti bentukan kata, diksi, dan kalimat perlu disusun secara efektif. Penerapan ejaan dan tanda baca perlu dilakukan secara tepat dan fungsional. Sejumlah keterampilan tersebut menjadi bukti betapa kompleksnya keterampilan menulis.

Mengacu pada ciri keberlangsungannya, menulis dapat dipandang sebagai(1) sebuah proses, (2) kegiatan bernalar, (3) kegiatan transformasi, (4) kegiatan berkomunikasi, (5) suatu keterampilan. Ciri pertama menulis sebagai sebuah proses; menulis berisi serangkaian kegiatan menyusun rencana (perencanaan), menulis draf (pengedrafan), memperbaiki draf (perbaikan), menyunting draf (penyuntingan), dan publikasi. Sub-sub keterampilan menulis itu tidak dapat dikuasai seketika, tetapi secara bertahap. Seperti membaca, keberhasilan pembinaan menulis pada suatu tahap akan menjadi kunci keberhasilan pembinaan menulis pada tahap berikutnya.

Kedua, menulis merupakan kegiatan bernalar. Penggunaan penalaran dalam menulis tampak ketika penulis memilih dan mengembangkan topik, serta menyusun kerangka karangan. Begitu juga ketika penulis mengembangnkan kerangka karangan menjadi draf, memperbaiki tatanan isi, dan menghaluskan penggunaan aspek mekanik.

Ketiga, sebagai kegiatan transformasi; dalam menulis diperlukan dua kompetensi dasar, yaitu kompetensi mengelola cipta, rasa, dan karsa, serta kompetensi memformulasikan tiga hal itu ke dalam bahasa tulis. Dalam kompetensi pertama tercakup penguasaan penulis terhadap substansi, ruang lingkup, sera sistematika permasalahan yang akan ditulis. Kompetensi kedua berkenaan dengan kemampuan menggunakan bahasa tulis, misalnya penguasaan kaidah ortografi, bentukan kata, kalimat dan seterusnya.

Keempat, menulis merupakan kegiatan berkomunikasi. Seperti halnya berbicara, menulis tidak hanya ditujukan pada diri sendiri. Ketika menulis, penulis perlu mempertimbangkan siapa calon pembacanya. Menulis untuk tujuan apa, dimana, kapan, dan seterusnya. Semua aspek itu perlu dipertimbangkan agar tulisan yang disusun benar-benar komunikatif.

Sebagai sebuah keterampilan, menulis memiliki sifat seperti keterampilan berbahasa yang lain. Untuk itu, menulis perlu dilatihkan secara sering dan ajek. Keseringan dan keajekan dalam latihan menulis memberikan peluang agar tulisan berkualitas lebih baik. Latihan-latihan yang dilakukan diharapkan menunjang pencapaian target menulis yang diharapkan. Latihan dalam menulis sebaiknya berlangsung dalam konteks aktual dan fungsional agar tugas menulis dapat memberikan manfaat secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah dasar keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang ditekankan pembinaannya, disamping membaca dan berhitung. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ditegaskan bahwa siswa sekolah dasar perlu belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis. Keterampilan menulis di sekolah dasar dibedakan atas keterampilan menulis permulaan dan keterampilan menulis lanjut. Keterampilan menulis permulaan ditekankan pada kegiatan menulis dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, menyalin, dikte, melengkapi cerita, dan menyalin puisi. Sedangkan pada keterampilan menulis lanjut diarahkan pada menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk percakapan, petunjuk, dan cerita.

Berdasarkan studi awal peneliti dari pengalaman selama mengajar di sekolah dasar kelas empat mulai pada bulan Juli 2006 ditemukan bahwa siswa dalam menulis deskripsi masih cenderung sendiri sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menulis. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyusun karangan deskripsi yang dihasilkan dapat diidentifikasi beberapa kelamahan, yaitu (1) siswa belum mampu mengembangkan karangan sesuai dengan ciri karangan deskripsi, (2) siswa belum dapat memilih kosa kata yang tepat dalam mempertajam karangan diskripsinya, (3) kualitas ide tulisan yang dihasilkan masih rendah, dan (4) kemampuan siswa dalam mengorganisasi ide masih belum tertata dengan baik.

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, peneliti berasumsi bahwa keterampilan siswa dalam menulis deskripsi perlu ditingkatkan. Perbaikan terhadap proses menulis perlu dilakukan segera. Dalam memperbaiaki kualitas pembelajaran perlu dituntun dengan rencana pembelajaran yang berkualitas. Sehubungan dengan penyusunan rencana pembelajaran Djiwandono (1996:3) mengungkapkan bahwa ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran. Komponen tersebut meliputi; (1) tujuan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) penilaian hasil pembelajaran. Ketiga komponen tersebut akan muncul bersama-sama dalam pembelajaran.

Dalam mencapai tujuan pembelajaran diperlukan suatu strategi yang tepat. Dalam strategi ada empat aspek yang harus diperhatikan; (1) spesifikasi dan kuallifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan sebagai hasil belajar, (2) memilih pendekatan yang paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran, (3) memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang sesuai dan efektif, serta (4) menerapkan norma atau kreteria keberhasilan (Djamarah dan Zain, 2002:6-8). Keempat aspek tersebut hendaknya selalu diperhatikan dan diterapkan oleh guru setiap akan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.

Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi, maka peneliti berencana untuk menggunakan strategi Raulette Writing. Strategi ini merupakan aktivitas pembelajaran menulis secara kolaborasi atau kerjasama di mana semua siswa mendapat bagian (Farris, 1993). Data hasil riset menunjukkan bahwa pembelajaran menulis yang lebih menekankan kerja kolaborasi lebih memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan menulis sendiri yang merupakan prinsip pembelajaran konvensional. Penelitian Jubaidah (2004) menemukan fakta bahwa dengan strategi pembelajaran kelompok dinyatakan dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi.

Penelitian serupa pernah dilakukan Khalik (1999) yang membuktikan bahwa dengan Strategi aktivitas Menulis Terbimbing keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis diskripsi akan meningkat. Aspek keterampilan yang mengalami peningkatan tersebut adalah (1) kelengkapan gagasan, (2) kesesuaian judul dengan isi, dan (3) kelancaran penggunaan bahasa. Peningkatan itu disebabkan oleh pemberian pengalaman pada siswa untuk melakukan eksplorasi. Hasil penelitian itu memberikan prediksi bahwa apabila strategi ‘Aktivitas Menulis Terbimbing’ sering dilakukan guru di sekolah dasar maka keterampilan menulis siswanya akan semakin meningkat.

Penelitian dengan menerapkan strategi Raulette Writing belum pernah dilakukan. Oleh karana itu peneliti mencoba menggunakan strategi ini dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa SD kelas IV. Berdasarkan paparan di atas maka rencana penelitian ini berjudul Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa SD Kelas IV melalui strategi Raulette Writing.

………………. dst

Baca selengkapnya di buku  DESIGN ACTION RESEARCH Pengarang: Erna Febru Aries S., S.Pd., M.Pd., Penerbit: ADITYA MEDIA dapatkan segera bukunya dengan hub. Tlp: 081 803 802 797

About these ads

4 Komentar (+add yours?)

  1. rohainiahirianti
    Mei 12, 2011 @ 10:29:00

    tlg dikirim siklus 1 dan 2.tks

    Balas

    • aflahchintya23
      Jul 26, 2011 @ 15:43:52

      Jika berminat membaca kumpulan karya2 di blog (seputar penelitian) Buku Design Action Research & Buku assesmen dan Evaluasi dalam pembelajaran) karya Erna Febru Aries S ini dan tambahan beberapa ide kreatif, yang mungki bisa dijadikan refrensi untuk Anda dan teman2 silakan hub. Bpk Indro : penerbit Adytia di nomor selular 081 803 802 797 .. murah kok

      Balas

  2. hamzah labyrint
    Jul 05, 2011 @ 22:48:27

    thanks atas org2 yg tlah berbagi ilmu

    Balas

    • aflahchintya23
      Jul 26, 2011 @ 15:41:04

      Jika berminat membaca kumpulan karya2 di blog ini dan tambahan beberapa ide kreatif, silakan hub. Bpk Indro : penerbit Adytia di nomor selular 081 803 802 797 .. murah kok

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: